31 Maret 2009

demo demo demo

Warga Keluhkan Galian Liar

Senin, 12 Januari 2009 , 16:17:00
SUMBER, (PRLM).- Warga Desa Ajimut Kec. Waled Kab. Cirebon kembali mengeluhkan akibat aktivitas penggalian liar di desa setempat. Warga semula sudah tenang, saat satu bulan yang lalu Polwil Cirebon menutup usaha galian pasir liar tersebut dan memeriksa pengusahanya.
"Sudah dua hari yang lalu, galian pasir liar itu kembali dibuka. Di lokasi itu, ada lima backhoe dan puluhan trun tronton. Jalanan jadi rusak, selain itu terjadi perusakan lingkungan. Warga khawatir terjadi longsor dan banjir," ujar tokoh masyarakat setempat Darto, Senin (12/1).
Sementara Kapolwil Cirebon, Kombes Nasir Amir mengatakan, pihaknya akan mengecek langsung ke lapangan. Jika laporan warga itu benar, maka pihaknya akan menutup kembali galian liar tersebut.
Anggota Komisi C DPRD Kab. Cirebon, H. Yoyo Siswoyo mengatakan hal senada. "Besok (Selasa), kami akan meninjau ke lokasi. Galian liar itu harus ditutup," ujarnya. (C-17/A-147)***
Sumber :Pikiran Rakyat



SITU GINTUNG, SITU PATOK, SITU SEDONG...DAN SITU CIUYAH KAB.CIREBON... ?

Senin, 30 Maret, 2009 17:15
Dari:
"JBP" Melihat detail kontak
Kepada:
jabarpeduli@googlegroups.com

30/03/09 22:03 , ) - Depkes: 139 Korban Situ Gintung SelamatBogor (ANTARA News)

Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan (PPK-Depkes), Senin malam mengumumkan bahwa korban dampak dari jebolnya Situ (Danau) Gintung di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, yang sebelumnya dinyatakan masih hilang, ternyata sudah ditemukan dalam keadaanselamat hidup."Data terbaru kita hingga pukul 15.00 WIB, korban selamat hidup sebanyak 130 orang, dan semuanya ada data nama-namanya," kata Kepala PPK-Depkes dr Rustam S Pakaya, MPH melalui pesan singkat (SMS) yang dikirimkan kepada ANTARA di Bogor, Senin malam.Berdasarkan verifikasi paling akhir, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang --setelah sebanyak 139 korban yang semula dinyatakan hilang ternyata ditemukan dalam keadaan selamat hidup-- hingga kini tercatat masih lima orang.Selain itu, kata dia, untuk korban meninggal dunia masih tercatat sebanyak 98 orang, korban luka 190 orang termasuk dua korban menjalani rawat inap, dan jumlah pengungsi sebanyak 171 jiwa.Khusus untuk korban yang masih mengungsi, pihaknya mengusulkan agar dilakukan penanganan tertentu, khususnya berkaitan dengan rencana pihak Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Kampus STIE Ahmad Dahlan, yang akan memakai ruangan yang selama ini dipakai pengungsi untuk proses belajar-mengajar."Perlu segera ada solusi bagaimana agar para korban yang masih mengungsi bisa dicarikan tempat yang baik," katanya.Menurut dia, dalam penanganan tanggap darurat bencana di Situ Gintung itu, pada hari Selasa (31/3), akan diterjunkan 100 tim semprot gabungan dari unsur kesehatan, TNI dan Polri sebanyak 100 orang, untuk melakukan penyemprotan di lokasi bencana hingga 1kilometer luar lokasi."Para anggota `tim semprot` itu akan melakukan penyemprotan lokasi dengan desinfektan agar steril dari berbagai kuman dan penyakit, sehingga melapangkan jalan bagi tim relawan untuk masuk area bencana dengan aman," katanya.Selain itu, kata Rustam S Pakaya --yang belum lama ini memimpin tim kemanusiaan Indonesia untuk membawa bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza itu--tim gabungan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dan Dinkes setempat akan melakukan pengasapan (fogging) untuk mencegah merebaknya penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan lainnya.Ia menambahkan bahwa sejak hari Sabtu (28/3) (Depkes) mengirimkan sebanyak dua ton Makanan Pendukung Air Susu Ibu (MP-ASI) untuk membantu para korban tragedi jebolnya Situ Gintung.Selain MP-ASI, pihaknya juga mengirimkan dua paket obat-obatan.Paket obat-obatan yang dikirimkan, kata dia, diantaranya 50 vial ATS (Anti-Tetanus Serum), empat pendingin udara (AC) besar "standing", empat tenda rumah sakit lapangan (Rumkitlap), 100 kantong mayat, ABU (anti bisa ular) dan dana operasional Rp100 juta.Di samping itu, juga dikirimkan sebanyak 100 sepatu boot, 25 paket leptospira tes, dan tim kesehatan PPK Regional DKI-Banten juga masih siaga di tujuh posko kesehatan (Poskokes), sehingga layanan kesehatanmasih terkendali.(*)http://www.antara.co.id/arc/2009/3/30/depkes-139-korban-situ-gintung-selamat/--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~Anda menerima pesan ini karena terdaftar sebagai anggota mailing list Jawa Barat Peduli. Mailing list kedaruratan dan kebencanaan yang terbuka bagi siapa saja, yang dibentuk berdasarkan semangat berbagi informasi.Informasi lebih lanjut:http://poskojabar.blogsome.comhttp://groups.google.com/group/jabarpeduli-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---


W A R N I N G....!!!
Untuk Menhut, Gub Jabar dan Bupati Cirebon:
Musibah Situ Gintung bisa juga terjadi di Situ Sedong Kec.Sedong dan calon Situ baru di Desa Ciuyah Kec.Waled Kabupaten Cirebon. Di desa Ciuyah terdapat bekas tambang galian yang sangat luas, saat ini sudah ada dua kubangan besar disana... SELAMAT DATANG BENCANA DI KEC.WALED KAB.CIREBON JAWA BARAT.

Tim Advokasi Lingkungan Petakala Grage untuk Galian Tambang




SAHABAT IBUKU

Perempuan-perempuan Penyelamat Lingkungan
Ditulis oleh Hans
Minggu, 08 Maret 2009 13:02
Oleh Nur R Fajar

Perubahan iklim, adalah kata-kata yang secara sakti telah mengubah kesadaran manusia termasuk perempuan untuk lebih memperhatikan, menyelamatkan dan melestarikan lingkungan.
Akan tetapi, ternyata sudah ada orang-orang yang tergugah pikiran dan batinnya untuk menyelamatkan lingkungan di sekitar mereka, jauh sebelum orang sadar akan dampak dari perubahan iklim yang sedang terjadi karena pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan oleh manusia yang serakah.

Di Indonesia, penyelamat dan pelestari lingkungan, ternyata tidak hanya dilakukan oleh kaum pria, tetapi juga oleh perempuan dan ibu rumah tangga, bahkan perempuan desa miskin buruh tani.

Tercatat ada 18 perempuan-perempuan perkasa pemerhati lingkungan dari sembilan propinsi di Indonesia penerima penghargaan Kalpataru selama kurun waktu 1980 sampai 2008.

Dari propinsi Riau ada Anjar Suharmini penerima Kalpataru tahun 1993 kategori pengabdi lingkungan dengan aktivitas memanfaatkan lahan tidur berupa rawa, juga ada Sumarni penerima Kalpataru tahun kategori pengabdi lingkungan yang merupakan penyuluh lingkungan, dan ada Erni Suarti penerima kategori perintis lingkungan Kalpataru 2007 yang berhasil membuat pupuk organik.

Dari propinsi Sumatera Utara ada Zamriyah penerima perintis lingkungan Kalpataru tahun 1983 yang melakukan aktivitas teknologi perairan.

Sedangkan dari Jambi, ada Robiah yang melakukan penghijuan sehingga mendapat pengabdi lingkungan Kalptaru tahun 1988 karena melakukan penghijauan.

Dari Jakarta, ada Ully Sigar Rusady yang bernama lengkap Rulany Indra Gartika Rusady mendapatkan penghargaan pembina lingkungan hidup Kalpataru 2001 karena memberdayakan masyarakat, hutan rakyat, diklat dan menggubah lagu-lagu bertema lingkugan hidup.

Dari Jawa Barat ada Ny Eroh penerima perintis lingkungan Kalpataru 1988 karena perempuan miskin desa Santara Mekar, Cisayong, Tasikmalaya ini berhasil membuat saluran air dengan memapras tebing cadas yang berhasil mengairi 75 hektar sawah.

Sedangkan dari Yogyakarta ada Dr Ir Oemi Hani`in Suseno penerima pengabdi lingkugan Kalpatru 1989 karena melakukan penghijuan , juga ada Larasati Suliantoro Sulaiman penerima Kalpataru tahun 1997 karena berhasil melestarikan tanaman.

Dari Yogyakarta juga ada Suwito Wongsodihardjo, perintis lingkungan Kalpataru tahun 2001 karena melakukan penangkaran dan Endang Maryatun penerima penyelamat lingkungan Kalpataru 2002 karena aktivitas sebagai penyuluh lingkungan.

Dari Jawa Timur ada Titik Tarwati penerima Kalpataru kategori pengabdi lingkungan tahun 2003 karena aktivitasnya menghijaukan lahan kritis dan pengembangan terasering, serta ada Julita Joylita Wahyu Mumpuni, penerima Kalpataru tahun 2004 sebagai perintis lingkungan karena berhasil memanfaatkan tanaman enceng gondok untuk bahan kerajinan, pupuk kompos dan kertas.

Di Jawa Timur juga ada Nurhidayati, penerima Kalpataru 2004 sebagai yang melakukan penyuluhan lingkungan, hutan rakyat dan rehabilitasi lahan kritis melalui penanamn pohon, serta Sriyatun Djufri, penerima Kalpataru 2008 yang melakukan pengkadersan kebersihan kota Surabaya.

Selain itu ada Wayan Sutiari Mastoer dari Surabaya yang menerima penghargaan Kalpataru tahun 2006 karena berhasil memanfaatkan sampah menjadi karya seni yang diminati masyarakat.

Di Kalimantan Timur, ada Sumiati penerima Kalpataru tahun 1993 karena berhasil memanfaatkan gulma menjadi lebih berguna.

Dari Sulawesi Utara ada Linneke S Watoelangkow yang menerima Kalpataru 2004 karena berhasil merehabilitasi lahan melallui penanaman pohon, penyelamatan DAS, penggalangan dana lingkungan, pemberian beasiswa lingkungan, penyediaan TPA dan bibit pohon.

Organisasi Lingkungan

Selain perempuan-perempuan yang melakukan tindakan nyata di sekitar lingkungan mereka, juga terdapat perempuan-perempuan Indonesia yang memilih menyelamatkan dan melestarikan lingkungan melalui aktivitas organisasinya, baik dalam lingkup Indonesia maupun merambah dunia internasional.

Dari sedikit perempuan aktivis penyelamat dan advokasi lingkungan tersebut, ada Erna Witoelar, Emmy Hafild dan Siti Maemunah.

Erna Witoelar yang bernama lengkap Andi Erna Anastasjia Walinono merupakan aktivis pendiri beberapa lembaga lingkungan hidup seperti Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), Yayasan Kehati (Keanekaragaman Hayati) , Yayasan WWF-Indonesia dan Yayasan Pembangunan Berkelanjutan.

Istri Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar yang lahir di Danau Tempe, Sulawesi Selatan aktivitas paling akhir menjadi Duta Besar PBB wilayah Asia Pasifik untuk masalah Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs).

Sedangkan Emmy Hafild yang terpilih sebagai "Hero of The Planet" oleh Majalah "Time" pada 1999, memulai aktivitas peduli lingkungannya di Yayasan Indonesia Hijau pada 1982 sampai akhirnya Direktur LSM lingkungan Walhi periode 1996 - 1999 dan 1999 - 2002.

Tahun 2005-2008, perempuan yang lahir di Petumbukan, Sumatera Utara itu terpilih sebagai Koordinator Organisasi Greenpeace Asia Tenggara (Thailand, Filipina dan Indonesia) dan sekarang aktif di lembaga Kemitraan (Partnership).

Siti Maemunah yang merupakan koordinator nasional LSM Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) sejak 2003 sampai sekarang ini memulai aktivitas organisasinya dari Pencinta Alam Uiversitas Jember Jawa Timur kemudian ke LSM Kappala (Komunitas Pencinta Alam Pemerhati Lingkungan) sampai masuk ke JATAM pada tahun 2000.

Naluri Memelihara

Menurut Erna Witoelar, perempuan secara kodrati mempunyai naluri untuk memelihara sehingga akan lebih tekun dan lebih baik untuk menjaga lingkungan hidup dibandingkan kaum pria.

"Ada perbedaan yang membuat perempuan lebih bisa tekun dan lebih baik dalam memelihara lingkungan yaitu karena perempuan punya naluri untuk memelihara," kata Erna.

Bila gerakan ramah lingkungan secara konsisten dilakukan oleh kaum perempuan,katanya, akan dapat mempengaruhi anggota keluarganya seperti suami, anak, adik, kakak, kakek, maupun nenek sehingga akan lebih banyak orang yang peduli lingkungan.

Isu-isu kemasyarakatan seperti pendidikan, kesehatan, air bersih dan sanitasi yang termaktub pada Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) juga dekat dengan kehidupan perempuan.

Oleh karena itu, kaum perempuan mempunyai potensi yang kuat untuk memberiperubahan besar terutama terhadap lingkungan. antara
Pemutakhiran Terakhir ( Minggu, 08 Maret 2009 13:17 )



Greenpeace SEA-Indonesia
Racikan Obat Herbal
CAMPAKA KAROMAH Khusus Untuk Direbus/Godogan, Insyaallah Dapat Menyembuhkan Penyakit Yang Anda Derita.

Formulator : Deddy kermit madjmoe
Hotline: 081324300415
Jl. Buyut Roda Gg.Polos No.84 Ciledug Cirebon Jawa Barat 45188

Pasien TIDAK MAMPU dan KURANG MAMPU Jangan TAKUT Untuk Berobat Pada Kami....!!!! Kami Tetap akan melayaninya.